Sebuah nasihat dari shabat Nabi

Dunia ini bagaikan samudra tempat banyak ciptaan -ciptaan Nya yang tenggelam. Maka jelajahilah dunia ini dengan menyebut nama Allah. Jadikanlah ketakutanmu pada Allah sebagai kapal – kapal yang menyelamatkanmu. Kembangkan keimanan sebagai layarmu, logika sebagai pendayung kapalmu, ilmu pengetahuan sebagai nakhoda perjalanmu dan kesabaran sebagai jangkardalam setiap badai cobaan (Ali bin Abi Thalib ra.)

Pembatasan BBM Subsidi, Siapa Yang Untung ?

Hati-hati hiden agenda dibalik pembatasan BBM subsidi !!! Pertanyaannya adalah siapa yang paling diuntungkan dari pembatasan subsidi ini? Apalagi produksi Pertamax Pertamina belum dapat mencukupi untuk memenuhi konsumsi BBM pengganti Premium sampai dengan 2017. Bayangkan jika itu terjadi maka ada kekosongan suplly BBM sekelas Pertamax. Saya tidak tahu persis jumlahnya berapa konsumsi negeri ini khususnya kendaraan roda empat pribadi yang harus beralih dari Premium ke BBM sekelas Pertamax.

Ditilik dari kepentingan ini, pastilah anda sudah bisa menebak bahwa ada pemain besar yang lantas langsung akan menangkap peluang. Yaitu siapa lagi kalau bukan produsen BBM asing. Bayangkan investasi mereka di Indonesia, paling tidak sudah triliunan rupiah menggolontor untuk membangun bisnis SPBU mereka di Indonesia. Sekarang mari kita lihat faktanya di lapangan, hanya segelintir saja kendaraan yang mau mampir ke SPBU mereka. Bahkan SPBU asing dekat saya tinggal, sudah tutup karena sedikitnya pembeli, layu sebelum berkembang.

Saya rasa pemerintah harusnya jauh lebih cerdas untuk mengatasi permasalahan pembengkakan subsidi ini. Solusi migrasi dari Premium ke BBG pun tidak mungkin secepat itu menyelesaikan masalah. Ini beda dengan penggantian konsumsi minyak tanah untuk kompor. Biaya pembelian tabung gas dan kompor tidak terlalu mahal bagi masyrakat kita, apalagi dengan cara dibagikan secara gratis. Sedangkan Migrasi Premium ke BBG, membutuhkan investasi yang tidak sedikit, kita harus membeli Converter kit dan  tabung gas yang harganya mencapai belasan juta rupiah. Belum lagi ketersediaan SPBU BBG yang sangat jarang. Eksesnya apa, ini dijadikan bahan proyek saja bagi sgelintir orang.

Lanjutkan membaca Pembatasan BBM Subsidi, Siapa Yang Untung ?

Doa Untuk Ibu

Ya Allah, Ya Rob

Izinkanlah aku memohon padaMu Ya Allah,  untuk seorang yang telah membuatku hadir dimuka bumi ini

Lindungi dirinya Ya Allah, karena ia selalu membuatku terlindungi dipeluknya

Jagalah dirinya Ya Allah, karena ia selalu menjagaku dikala kumembutuhkannya

Bahagiakan dirinya Ya Allah, karena ia selalu membuatku bahagia disampingnya

Kasihi dirinya Ya Allah, karena ia selalu mengasihi kala ku senang dan lara

Ampunilah dosa-dosanya Ya Allah, karena hanya Engkau yang dapat mengampuninya

Tempatkan ia di SurgaMu Ya Allah, karena di telapak kakinyalah surgaku ada

Amiiin

Untuk Mamah yang telah melahirkan dan membesarkanku, terima kasih atas segalanya.

Maafkan aku, hanya doa ini yang bisa kuberikan, jauh tak sebanding dengan apa yang  Kau Berikan. Dan maafkan aku atas segala kenakalan, kebandelan dan segala yang tidak mengenakan hati  atas perbuatanku.

Selamat Hari Ibu Mah….

Menikmati suasana alami Pulau Tidung

Berlibur di Kepulauan Seribu, Yang pertama terlintas di pikiran adalah biaya yang tidak sedikit (Muahal). Pulau Bidadari, Pulau Ayer, P Sepa dan pulau-pulau laennya yang dikelola oleh pihak swasta rata-rata sudah dijadikan resort untuk plesiran kaum berduit. Paling tidak kita harus menyisihkan minimal Rp. 600 rb s/d 1 jt per orang untuk satu malam, itupun harga untuk weekdays. Kalau kita bicara Weekend atau malah peak season, harga tersebut bisa melambung 2 kali lipat.

Memang berlibur di Kepulauan Seribu ini mengasyikan, segala fasilitas tersedia disana. Berangkat pun dari Marina Ancol dengan speed boat yang nyaman, sesampainya di Pulau kita akan disambut dengan welcome drink serta petugas2 yg ramah. Aroma resort akan lebih terasa pada saat kta memasuki kamar, suasana kamar yang layaknya hotel bintang 5 dengan penyejuk udara serta tv kabel membuai kita untuk berlama-lama di dalam kamar. Sayangnya ga semua orang mampu membayar biaya liburan semahal itu.

Sekarang ini ada tempat alternatif di kepulauan seribu yang ongkosnya ga terlalu menguras dompet, cukup dengan biaya 350 rb kita udah bisa berlibur di salah satu pulau kepulauan seribu, yaitu di Pulau Tidung.  memang belakangan ini nama Pulau Tidung semakin naek  pamornya terutama di kalangan backpacker yang ingin merasakan suasana alami kepulauan. Sebenarnya ada apa aja sih di pulau yang berpenduduk +/- 4200 jiwa ini. Yuk kita simak dibawah ini. Lanjutkan membaca Menikmati suasana alami Pulau Tidung

Ketika ku Melihat RumahMU

Perlahan mobil yang kutumpangi menjauh dari kota Madinah, kota Rossulullah SAW. Lirih kuucapkan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sambil berjanji dalam hati “aku akan kembali”, walau entah kapan. Hari ini memang hari terakhir perjalanan ibadah Ziarah sekaligus mengunjungi kota Madinah. Ada rasa yang tak bisa kuungkapkan ketika mobil ini semakin menjauh dari Masjid Nabawi.

Dengan menggunakan pakaian Ihrom, aku bersama rombongan menuju masjid Bier Ali. Di Masjid itulah tempat kami miqat, atau memulai niat untuk  beribadah umroh. Sejak  ini aturan dan larangan bagi orang yang berihram mulai berlaku. Beberapa larangan bagi orang berihram :

  1. menikahkan dan dinikahkan
  2. melakukan hubungan suami istri
  3. bercumbu atau melakukan hal-hal yang mengundang birahi
  4. onani
  5. memotong rambut atau melakukan apapun yang mengakibatkan jatuhnya rambut.
  6. Memotong kuku
  7. Menyembelih binatang.
  8. Berburu binatang
  9. Memotong pohon
  10. Bertengkar secara fisik maupun secara perkataan.
  11. Membuka aurat
  12. Memakai wangi-wangian
  13. Menutup kepala bagi laki-laki, menutup muka dan telapak tangan bagi wanita.
  14. Memakai pakaian yang berjahit dan sepatu bagi laki-laki.

“Labbaika Allahumma labbaika.
Labbaika la syarika laka labbaika.
Innal hamda wanni’mata laka wal mulka.
laa syarika laka”.

Kalimat itu berulang-ulang diucapkan kami, menjawab panggilan Sang Khalik yang telah mengundang kami untuk datang ke RumahNya. Ustadz Ilham sang pemimpin rombongan memimpin kalimat Talbiyah ini, kami mengikuti dengan semangat. Namun tetap saja ketegangan tidak dapat disembunyikan dari wajah  para jemaah, apalagi bagi jemaah yang baru sekali ini berangkat ibadah umroh / haji.  Ketegangan ini wajar saja dirasakan mengingat untuk pertama kalinya kami akan melihat langsung rumah Allah SWT. Kabah. Saya jadi teringat beberapa waktu lalu sebelum keberangakatan ke tanah suci, ada rasa yang luar biasa tak terbendung ketika melihat wujud kabah di layar tv .

Lanjutkan membaca Ketika ku Melihat RumahMU

Di dalam Masjid Nabawi ku bertasbih

Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.

Ya Allah sang penguasa hati manusia, Engkaulah yang membuat hati manusia bahagia, senang dan menangis.  Hanya Engkau yang mampu merubah hati manusia dari hitam menjadi putih, dari gelap menjadi terang. Perjalanan ke Tanah suci memang luar biasa, banyak sekali pengalaman religus yang aku alami. Sejak sebelum berangkat aku sudah banyak diberikan kejutan kejutan, apalagi saat sudah di tanah suci.

Sebelum berangkat memang sudah saya rencanakan ibadah-ibadah sunah terutama sholat sunnah, bahkan saya coba merancang jadwal – jadwal ibadah yang akan saya kerjakan. Dari mulai sholat tahayatul masjid, sholat dhuha, sholat tahajud hingga sholat tasbih. Untuk sholat sunah yang terakhir saya sebut ini, sudah cukup lama saya mengerjakan sholat tasbih ini.

Mengerjakan sholat tasbih sunah hukumnya, meski demikian ada hadist yang menyatakan bahwa “Apabila kamu mampu melaksanakannya ‎setiap hari, maka laksanakanlah, kemudian apabila tidak mampu, maka dalam setiap ‎Jumat sekali, kemudain apabila tidak [dapat] mengerjakannya, maka setiap tahun sekali, ‎kemudian apabila tidak [dapat] mengerjakannya, maka seumur sekali”. Alhamdulilah saya sedikitnya pernah melakukannya paling tidak 1 x dalam hidup ini. Namun manusia harusnya lebih baik dari itu, untuk itu saya niatkan sebelum berangkat ke tanah suci untuk melakukan sholat sunah Tasbih paling tidak 1 x di tanah Madinah dan 1 x di Tanah Haram.

Lanjutkan membaca Di dalam Masjid Nabawi ku bertasbih

Faedah Shalawat

Bersabda Rasululloh SAW: “Barang siapa yang lebih banyak di antara kamu sekalian bacaan sholawat-nya kepadaku, dialah yang lebih dekat kedudukan-nya dengan aku” (H.R. Al-Baihaqy dari Abi Umamah RA)

Jam 11 malam waktu Madinah, aku duduk di pelataran mesjid Nabawi, sembari menungu istri yg sedang ziarah ke Maqam Rossullah dan mengunjungi Raudah. Tidak seperti pria, bagi wanita utk ziarah ke Maqam Rosullah maupun Ke Raudah waktunya terbatas, hanya pada waktu ba’da Subuh dan Isya saja wanita diperkenankan ke tempat tersebut.

Saya sendiri alhamdulillah, sudah ke 3 kali ini ziarah ke Maqam Rossulullah. Pertama kali yaitu pada saat sholat subuh pertama kali di Mesjid Nabawi. Ada kejadian unik pada saat itu, karena aku jalan sendiri utk ziarah ke maqam Rosul tanpa bimbingan dari pembibing aku dipikir hilang oleh rombongan.

Sedangkan Kejadian yg paling menarik adalah sore tadi, yaitu tepatnya pada saat antara waktu Maghrib ke waktu Isya. Berkat saran Ustadz & para Guru, aku amalkan sholawat sebanyak-banyaknya terutama menjelang keberangkatan & saat-saat dalam perjalanan di pesawat.

Lanjutkan membaca Faedah Shalawat

Kun Fa Ya Kun

“Ayah boleh ga Bunda Umroh, gantiin mamah krn berhalangan” tiba-tiba sms itu muncul di hpku, entah kenapa ada berbagai rasa campur baur ketika membaca sms itu. Syukur tentunya kupanjatkan kepadaMu Ya Allah, karena memberikan kesempatan kepada istriku untuk berangkat ke rumahMu, bahagia namun jg sedih karena kami tak bisa berangkat bersama ke Baitullah. Untuk sementara aku blum bisa kasih jawaban, hanya repply “kamu yakin?” itu saja yang aku bisa komentar atas pertanyaan Sari istriku. Untuk sementara hatiku tak tentu arahnya. Terenyuh rasanya ketika mengingat sang istri akan berangkat ke Rumah Sang Khalik tanpa disertai diriku.

Hanya Allah jualah yang bisa mengombang ambingkan hati mahlukNya, disinilah hatiku diuji luarbiasa, mencari keikhlasan diri atas kehendakNya. Di satu sisi hati ini bersyukur dengan kondisi ini, sementara disisi lain ego manusia muncul bisikan seian, terpikir “kenapa istriku mendahuluiku sedangkan kita niat untuk bersama – sama pergi Umroh / Haji, dan banyak pikiran yang mengandung ego bermunculan di kepala. Hati ini terasa tak tenang dengan segala bisikan itu, aku masih blm bisa memberikan izin utk. Aku hanya sms “ayah ingin kita berangkat berdua, tapi kamu tahulah kondisi keuangan kita, entah kapan kita bisa wujudkan ini” ketika dia tanyakan izinku lagi. Saat itu Istri & anak-anak sedang ada di luar kota, sehingga komunikasi hanya lewat sms / telp.

Kondisi keuangan kami memang ngga berlebihan walaupun tak terlalu kurang juga. aku sebagai karyawan biasa,  rasanya belum mampu untuk membiayai kami berdua berangkat umroh maupun haji. Apalagi bulan-bulan ini adalah waktunya anak-anak masuk sekolah, sehingga hampir semua tabungan masuk ke pos tersebut. Menjalankan ibadah ke tanah suci merupakan barang mewah buat kami dan bagiku belum jadi prioritas utama, walaupun keinginan itu tetap ada.

Entah kenapa ada rasa tak terima dengan kondisi ini, tapi apalah arti manusia jika dibandingkan dengan kuasaNya. Mana mungkin aku menghalangi niat istriku yang akan berangkat ke tanah suci kalau itu KehendakNya. Karena proses keberangkatannyapun sama sekali tak diduga, tak ada rencana kami dalam waktu dekat untuk umroh. Sebelumnya memang Ibu mertua dan adik ipar berencana untuk berangkat umroh, namun ternyata salah satu dari mereka harus tetap berada di Indonesia untuk urusan bisnisnya. Jadilah tawaran itu diberikan kepada istriku, jelaslah tawaran ini tak mungkin ditampik. Siapa sih yang tidak ingin pergi ke Baitullah dan mengerjakan ibadah umroh apalagi dengan biaya yang sudah ditanggung sepenuhnya.

Tinggalah aku terpekur dalam keheningan malam, terombang – ambing hatiku antara melepasnya atau menahannya utuk pergi. Semalaman aku mencari arti dari kondisi ini, mencari jawaban atas kegundahan hati, mencari hikmah atas kehendakNYa. Matapun tak kunjung terpejam ketika larut telah tiba, tak kutemukan jawaban atas gulana hati ini.

Lanjutkan membaca Kun Fa Ya Kun

Pelajaran Hidup dari Sang Sobat

Sudah cukup lama rentang waktu pertemuan antara saya dengan sang sobat satu ini. Terhitung 11 tahun kita tidak bersua, setelah selama 5 tahun bergelut bersama menggapai gelar sarjana di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta. Bulan kemaren dia muncul di hadapan saya, setelah sebelumnya sempet komunikasi lewat FB maupun telepon.

Lepas dari merampungkan kuliah, kami teman2 seangkatan mencar kemana2, ada yang ke Jakarta, ada yang ngendon di Yogya, maupun balik kandang ke kampung halaman masing2. Rata2 bertujuan untuk cari kerja, maklumlah pada saat itu paradigma kita terpatok pada paradigma lama : “setelah seelesai kuliah langsung cari kerja”.  Ada juga sebagian yang beruntung bisa sekolah lagi nerusin S2 dan sebagian lagi sudah tinggal masuk ke bisnis keluarga. Saya sendiri termasuk ke golongan pertama, langsung pasang target untuk ngelamar di perusahaan2 nasional. Syukur alhamdulillah saya sedikit beruntung saya diterima di sebuah Pabrikan elektronik asal korea di kawasan Bekasi.

Setiap orang punya jalan hidup yang berbeda-beda, walaupun kami dari satu perguruan tinggi, namun ngga semuanya bernasib sama. Beto, sobat saya ini cukup lama berjuang untuk mendapatkan pekerjaan.  Alhasil dia tidak terlalu beruntung mendapatkan satupun pekerjaan yang diimpikannya. Diperparah dengan kondisi Indonesia yang sedang mengalami krisis multi dimensi (tahun 1997-1998), ia seakan kehilangan harapan. Akhirnya Ia beradu untung untuk memulai usaha sebagai entrepreneur dengan mendirikan Warnet di Yogya.

Pelan-pelan ia membesarkan warnetnya, singkat cerita Warnet ini semakin berkembang ia pun dapat menikmati jerih payah hasil usahanya. Sayangnya hal ini tidak berlangsung lama, karena kondisi dan situasi akhirnya ia menjual usaha warnetnya. Hasil penjualan warnet ia bayarkan untuk melunasi hutang-hutangnya. Jalan berliku ternyata masih harus ditempuh Beto, gempa mengguncang Jogya, rumah sang orang tua runtuh, kondisi Jogya saat itu jelas kurang mendukung seorang Beto. Belum lagi kondisi istri yang sedang hamil tua melengkapi cobaan yang diterimanya. Bersyukur ia masih memmiliki keluarga yang selalu mendukungnya. Untuk sementara ia dan keluarga mengungsi ke rumah Sang mertua di Kalimantan, hal ini juga untuk mengantisipasi kelahiran sang Jabang Bayi. Alhamdulillah, sang Istri melahirkan dengan lancar, Ibu dan anak dalam kondisi sehat wal’afiat. Lanjutkan membaca Pelajaran Hidup dari Sang Sobat

Pangandaran = Balinya Pulau Jawa

IMG_0270Jarak yang jauh dari Jakarta menuju Pangandaran ngga menyurutkan semangat saya dan keluarga untuk meluncur ke Pantai tersebut. Kira-kira 7 jam perjalanan dengan mobil dari Jakarta ke Pangandaran atau sekitar 300 km jauhnya. Berangkat pukul 7 pagi langsung tancap gas menuju tol Padalarang, sesuai perkiraan sekitar jam 9 pagi kita sudah keluar dari Tol tersebut. Jalur Jakarta Bandung seperti biasa cukup ramai walaupun tidak terlalu padat.
Keluar dari Tol Padalarang langsung menuju Nagrek, jalanan yang berliku menjadi tantangan sendiri. Untuk menuju Pantai Pangandaran, kita harus melewati beberapa kota, antara lain Tasikmalaya dan kota Banjar. Untuk kota yang pertama kita tidak perlu masuk ke kota nya karena bisa langsung melewati jalan layang.
Tiba di Pangandaran pukul 3, Kita langsung cari penginapan. Banyak pilihan penginapan, dari hotel berbintang hingga rumah-rumah yang disewakan oleh penduduk setempat. Harga sangat bervariasi dari yang 100 ribu sampai dengan 500 ribu sesuai dengan fasiltas dan kenyamanan yang diberikan. Akhirnya kita sepakat ambil rumah penduduk yang disewakan dengan harga vila (2 kamar) Rp. 350 ribu. Fasilitas yang disediakan adalah 2 kamar tidur yang sudah ada kamar mandi di dalamnya dan ac, 1 ruang tamu dengan tv dan lokasi yang cukup dekat dengan Pantai. Kami sengaja mengambil penginapan yang murmer mengingat lebih banyak aktivitas outdoor. Lanjutkan membaca Pangandaran = Balinya Pulau Jawa