Syukur Nikmat


Suatu Pagi, seorang anak bertanya kepada ayahnya 

Anak : Yah, kenapa sih kita harus bersyukur kepada Allah 

Ayah (agak kaget) : Kenapa kamu menanyakan itu nak?

Anak : Apakah Allah meminta pamrih dari kita?

Ayah : Begini Nak…

Seandainya kamu diberikan uang Rp. 1 juta dari seseorang yang kamu kenal, lantas apa yang akan kamu lakukan terhadap orang tsb.? 

Anak : Ya beterima kasih 

Ayah : Terus bagaimana sikap kamu terhadap orang tsb?

Anak : Saya hormati dong yah.

Ayah : Ok, sekarang bagaimana kamu seharusnya bersikap terhadap orang tua kamu yang telah melahirkan kamu dan membesarkan kamu hingga sekarang

Anak : Ya Saya berterima kasih juga, dan pastinya saya hormati 

Ayah : Nah, sekarang bayangkan bagaimana kita harusnya banyak banyak bersyukur dan berterimakasih kepada Allah SWT, atas semua yang telah diberikan kepada kamu yang tidak bisa dihitung jumlahnya. Jauh lebih banyak dari Rp. 1 Juta yang orang tadi berikan, jauh lebih banyak dari orang tua kamu berikan. Karena hakekatnya IA lah yang memberikan itu semua. Memberikan kamu hidup, memberikan kamu napas, memberikan kamu makan, minum, dan semua yg ada didunia ini, bahkan di luar dunia (akhirat)

Jadi tidak ada alasan kita tidak bersyukur apapun kondisinya, karena sudah terlalu banyak Allah memberikan kepada kita dan akan banyak lagi yang akan diberikan kepada kita. 

Syukur adalah berterimakasih dan nikmat artinya enak, sedap, lezat, karunia, anugerah dll. Jadi syukur nikmat adalah berterima kasih kepada Allah atas karunia dan anugerah dari Allah swt. Allah maha  berkuasa segala di muka bumi adalah milik Allah. Maka ketika kita mendapat nikmat wajib kita mensyukurinya karena bila tida maka adzab allah akan datang kepada kita


Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.(QS ibrahim 7)

            Syukur membuka pintu barokah

Seluruh nikmat itu dari Allah swt

Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan. (An Nahl 53)

Oleh karena itulah kita diwajibkan bersyukur pada Allah sebagaimana firmannya

Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. (An Nahl 114)

Menurut Ibnu Qoyyim  berkata syukur sesorang terasa lengkap jika ia memenuhi  3 syarat:

1.      Ia mengakui nikmat allah pada dirinya (bukan atas usahanya pribadi)

2.      Ia menyanjung allah atas nikmat itu (mengucap hamdalah dan pujian2 lainnya)

3.      Ia menggunakan nikmat allah untuk mendapatkan keridoannya (bukan untuk maksiat tetapi untuk beribadah dan berbuat kebaikan)

Jadi syukur bukan semata-mata mengucap alhamdulillah tetapi tercermin dalam perilaku juga.

Syukur ada dua jenis, syukur umum (berkaitan dng dunia) seperti syukur thd nikmat pakaian, kesehatan, kendaraan dll. Sedangkan lainnya adalah syukur khusus (berkaitan dng akhirat), seperti nikmat iman, tauhid, hidayah, anak shalih, dll dan syukur inilah yang yang kita sering terlupa.

Bagaimana Rasulullah memberi contoh cara bersyukur

Rasulullah adalah orang yang dijamin dari dosa oleh allah tetapi kita melihat bahwa tidak ada orang yang paling baik ibadahnya dibandingkan Rasulullah saw. Ada sebuah kisah ketika Rasulullah qiyamul lail dan aisyah merasa heran dng sholat beliau karena kakinya sampai bengkak-bengkak (dalam hadits lain disebutkan rekaat pertama dng membaca surat al baqoroh, an nisa’ dan ali imron). Bayangkan betapa lama dan khusuknya sholat rasulullah.

Ketika aisyah bertanya : Engkau masih berbuat ini padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa silammu  dan dosa-dosanmu mendatang. Rasulullah saw bersabda “Apaah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur (HR Bukhari Muslim)….nah bagaimana dng kita yang berkubang dengan dosa, setiap hari berbuat dosa..apakah kita sholat malam sebagai wujud syukur keimanan kita, apakah kita membayar infaq atas kelapangan rezeki kita, apakah kita berjuang menolong agama allah dng mengajak orang kepada kebaikan spt pengajian dll sebagai wujud syukur islamnya kita, Apakah kita mendidik anak kita dng agama sebagai wujud syukur diberikan nikmat dari Allah? Mari kita renungkan bersama….Kalau tidak maka bersiaplah Allah akan mengambil nikmat kita dng cara yang tidak kita sukai,  sebagai misal seperti hadits-hadits diatas atau mungkin dengan kemiskinan, kebangkrutan usaha kita karena kita kikir bersedekah atau mencari harta yang tidak halal, mungkin dengan anak-anak kita yang gemar maksiat karena kita suka menipu atau tidak mendidiknya dengan agama. Na’udzubillah min dzalik.

Dan yakinlah bahwa dengan bersyukur barakah kenikmatan akan bertambah dan adzab akan terhindari

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.(QS ibrahim 7)

Oleh sebab itu apabila kita mempunyai waktu luang manfaatkan untuk beramal dan beribadah (menghidari perilaku buruk seperti kikir, berbohong, menipu,selalu ingat mati, memiliki perasaan cinta pada Allah dan rasulnya, mengucap hamdalah, membaca qur’an, mencari ilmu, mengajak orang ke pengajian, banyak berdzikir, saling menolong, mempunyai rezeki memperbanyak sedekah karena janji Allah bahwa bersedekah akan menambah rizkinya ini diulang dalam hadits 3 kali. Kalau kepada orang saja kita percaya kenapa kepada Allah kita tidak lebih percaya?

Sebagian diambil Dari Blog tetangga 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s