Menikmati suasana alami Pulau Tidung


Berlibur di Kepulauan Seribu, Yang pertama terlintas di pikiran adalah biaya yang tidak sedikit (Muahal). Pulau Bidadari, Pulau Ayer, P Sepa dan pulau-pulau laennya yang dikelola oleh pihak swasta rata-rata sudah dijadikan resort untuk plesiran kaum berduit. Paling tidak kita harus menyisihkan minimal Rp. 600 rb s/d 1 jt per orang untuk satu malam, itupun harga untuk weekdays. Kalau kita bicara Weekend atau malah peak season, harga tersebut bisa melambung 2 kali lipat.

Memang berlibur di Kepulauan Seribu ini mengasyikan, segala fasilitas tersedia disana. Berangkat pun dari Marina Ancol dengan speed boat yang nyaman, sesampainya di Pulau kita akan disambut dengan welcome drink serta petugas2 yg ramah. Aroma resort akan lebih terasa pada saat kta memasuki kamar, suasana kamar yang layaknya hotel bintang 5 dengan penyejuk udara serta tv kabel membuai kita untuk berlama-lama di dalam kamar. Sayangnya ga semua orang mampu membayar biaya liburan semahal itu.

Sekarang ini ada tempat alternatif di kepulauan seribu yang ongkosnya ga terlalu menguras dompet, cukup dengan biaya 350 rb kita udah bisa berlibur di salah satu pulau kepulauan seribu, yaitu di Pulau Tidung.  memang belakangan ini nama Pulau Tidung semakin naek  pamornya terutama di kalangan backpacker yang ingin merasakan suasana alami kepulauan. Sebenarnya ada apa aja sih di pulau yang berpenduduk +/- 4200 jiwa ini. Yuk kita simak dibawah ini.

Untuk menuju Pulau ini, Pertama-tama kita harus rela bangun pagi pagi untuk bersiap diri di Muara Angke agar tidak ketinggalan kapal. Jam 6.30 wib kita harus sudah ada di pinggir dermaga. Jangan pernah berpikir pelabuhan muara angke ini seperti Marina Ancol, karena ini sebetulnya pelabuhan para nelayan atau para penduduk asli kepulauan yang sering hilir mudik ke Jakarta. Suasana pelabuhan kurang lebih sama dengan pasar tradisional yang bau ikan, padet, dan becek (ngga ada ojek). Untuk naek ke kapalnya pun kita harus berloncatan dari dermaga (hati-hati kecebur).

Ada beberapa pilihan tempat dikapal ini VIP, Kelas 1, dan Kelas 2. Ruang Vip ada di lt 1 beruangan kira2 8 X 5 M, dengan tempat duduk beralasan tikar di lantai kapal dilengkapi AC (angin cepoi – cepoi). Kelas 1 berada tepat di atas ruang VIP, disini ruangan tidak dibatasi dinding hanya dibatasi kayu setinggi paha dan diberi atap. Untuk kelas 2 biasanya berada tidak jauh dari kelas 1, yang ini ruangannya beratapan langit, jadi benar2 terbuka dengan alam.   Semua kelas berharga sama yaitu Rp. 33 rb sekali jalan, tinggal selera kita aja mau di kelas berapa. Hati-hati memilih tempat, karena selama 3 jam kita harus “anteng” duduk di tempat tersebut.  Saran saya pilih kelas 1 saja, karena ditempat tersebut udara cukup segar selain itu kita tidak takut kehujanan.

Sesampainya di Pulau, Suasana dan nuansa  pulau pastinya akan terasa begitu kita menjejakan kaki di tanah pulau tsb. angin pantai serta aroma pantai sangat terasa. Pemandangan laut pastinya tak bisa lepas dari mata kita. Pulau itu sendiri cukup banyak memiliki pepohonan, jadi jangan khawatir akan sengatan matahari yang terik. Dari dermaga sebaiknya kita menuju tempat penginapan dlu untuk taroh barang dan berisitirahat sejenak. Jika waktu makan siang telah tiba biasanya sajian makan siang telah disiapkan oleh pihak pengelola.

Bersepeda, Umumnya penduduk disini menggunakan sepeda untuk alat transportasi. Bagi pengunjung rasanya juga lebih pas jika bersepeda ketimbang harus jalan kaki atau menggunakan ojek. Sepeda yang digunakan hampir semuanya adalah sepeda mini buatan china (kenapa di pulau sprti ini masih saja diserbu barang china). Jarang terlihat ada sepeda jenis lain seperti MTB atau Folding bike. Bersepeda adalah salah satu menu utama kita berwisata di pulau ini, karena jarak yang ditempuh untuk mengelilingi pulau ini tidak terlalu jauh, selain itu kita bisa menikmati langsung udara kepulauan dan pemandangan.

Jembatan Cinta, entah siapa yang mula-mula menamai jembatan ini sebagai “Jembatan Cinta”, yang jelas jembatan ini menghubungkan antara Pulau Tidung Besar dengan Pulau Tidung kecil. Untuk melewati kita hanya

diperkenankan berjalan kaki, sedangkan sepeda kita harus diparkir di lahan parkir. Panjang jembatan ini sekitar 2,5 km (lumayan lah buat jalan santai). Bagi yang suka tantangan ada permainan menarik di jembatan ini yaitu terjun dari jembatan cinta ke laut. Dengan tinggi sekitar 5 m, kita ditantang untuk lompat dari pinggir jembatan cinta ini.

Snorkling, kegiatan ini boleh dibilang merupakan aktivitas yang tidak boleh dilewatkan. Dengan menggunakan perahu nelayan kita diajak ketengah laut untuk melihat terumbu karang serta ikan-ikan laut yang indah. Sebaiknya hal ini dilakukan di pagi hari dan cuaca cerah, karena jika mendung pemandangan laut sulit kita lihat.

Selain aktivitas tsb. masih banyak aktivitas lain yang bisa dilakukan di pulau ini, Mancing, main di pantai, banana boat, bisa juga kita sekedar nongkrong di pinggir pantai sambil minum kelapa muda serta jajanan yang banyak di jual disana. Walaupun tidak serapi pulau-pulau resort, namun paling tidak pulau ini menawarkan petualangan-petualangan baru.

5 thoughts on “Menikmati suasana alami Pulau Tidung

  1. This is really interesting, You’re a very skilled blogger. I’ve joined
    your rss feed and look forward to seeking more of your great post.
    Also, I’ve shared your web site in my social networks!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s