Di dalam Masjid Nabawi ku bertasbih


Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.

Ya Allah sang penguasa hati manusia, Engkaulah yang membuat hati manusia bahagia, senang dan menangis.  Hanya Engkau yang mampu merubah hati manusia dari hitam menjadi putih, dari gelap menjadi terang. Perjalanan ke Tanah suci memang luar biasa, banyak sekali pengalaman religus yang aku alami. Sejak sebelum berangkat aku sudah banyak diberikan kejutan kejutan, apalagi saat sudah di tanah suci.

Sebelum berangkat memang sudah saya rencanakan ibadah-ibadah sunah terutama sholat sunnah, bahkan saya coba merancang jadwal – jadwal ibadah yang akan saya kerjakan. Dari mulai sholat tahayatul masjid, sholat dhuha, sholat tahajud hingga sholat tasbih. Untuk sholat sunah yang terakhir saya sebut ini, sudah cukup lama saya mengerjakan sholat tasbih ini.

Mengerjakan sholat tasbih sunah hukumnya, meski demikian ada hadist yang menyatakan bahwa “Apabila kamu mampu melaksanakannya ‎setiap hari, maka laksanakanlah, kemudian apabila tidak mampu, maka dalam setiap ‎Jumat sekali, kemudain apabila tidak [dapat] mengerjakannya, maka setiap tahun sekali, ‎kemudian apabila tidak [dapat] mengerjakannya, maka seumur sekali”. Alhamdulilah saya sedikitnya pernah melakukannya paling tidak 1 x dalam hidup ini. Namun manusia harusnya lebih baik dari itu, untuk itu saya niatkan sebelum berangkat ke tanah suci untuk melakukan sholat sunah Tasbih paling tidak 1 x di tanah Madinah dan 1 x di Tanah Haram.

Pada hari ketiga saya di tanah suci (kota madinah) saya sempatkan untuk sholat dhuha di masjid. Suasana Dhuha disana tidaklah seperti mesjid-mesjid di tanah air yang sepi dengan orang ibadah, di Masjid Nabi ini jamaah tetap ramai, hingga di ujung mesjid paling belakang pun banyak kaum muslimin yang beribadah, baik sholat, tadarus, maupun ibadah lainnya. Sholat tahyatul masjid dan sholat Dhuha berturut-turut kekerjakan, jam masih menunjukan pukul 10 waktu Madinah, masih banyak waktu hingga waktu Dhuhur. Rampung berdoa bada dhuha, langsung saya berdiri kembali, teringat niatku di tanah air untuk menunaikan sholat tasbih.

Aku berada di bagian belakang mesjid yang megah itu, jamaah yang sholat pun tak terlalu banyak dibagian tersebut. Hal ini bisa menambah khusyu saya sholat. “Allahuakbar” kumulai saja menunaikan ibadah sholat sunah tasbih, kulafalkan ayat-ayatNya, kubertasbih memujaNya. Tak terasa di rakaat kedua air mata mulai menetes. Haru dan syahdu kurasakan, kumerasa mahluk yang tak ada artinya di hadapanNya, dan ku merasa mahluk yang sangat beruntung dapat beribadah di Mesjid Sang Rosul.

Hari itu ku menangis juga gembira, menangis & gembira karenaNya. Teringat suatu waktu aku pernah menuliskan doa, “Izinkan aku menangis karenaMu, izinkan aku gembira karenaMu YaAllah”. Saat ini doa itu dikabulkan olehNya, aku menangis sekaligus gembira karenaNya.

Mudah-mudah tulisan ini bukan menjadikan aku ria terhadap ibadah yang aku lakukan, namun mudah-mudahan tulisan ini dapat menjadi inspirasi para pembaca. Amiiin

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s