Membaca koran digital


Sejak Bulan ini saya sudah tidak akan membayar iuran koran lagi, koran tempo yang biasanya menjadi sarapan pagi sehabis bangun tidur kini sudah tak akan menemani saya setiap pagi. Saya sengaja memutus langganan koran tempo, karena saya sudah mendapatkan materi yang sama dari internet. Jadi pagi-pagi saya langsung membuka laptop untuk membuka ePaper Tempo yang sudah beberap bulan ini ditampilkan secara reguler setiap waktu di dunia maya.

Bedanya Tempo Interaktif yang lebih duluan hadir di dunia maya dengan ePaper Tempo adalah pada konsepnya, jika TI mengusung tema portal berita seperti juga detik atau kompas online, sedangkan ePaper Tempo mengusung 100 % materi koran cetak ke dunia maya. Jadi kita seperti membaca koran Tempo dalam bentuk digital, tidak ada bedanya materi yang ditampilkan dalam koran tempo konvensional dengan koran ePaper, sampai-sampai iklan baris pun ditampilkan disini.

Selain Tempo yang menampilkan ePaper di dunia maya ada kompas yang memboyong semua materi koran kertasnya di dunia maya  dengan nama Kompas ePaper. Sama halnya dengan ePaper Tempo, Kompas juga menampilkan semua versi cetak dalam dunia maya. Malah dalam kompas seluruh berita lokal seperti Metro, Jabar, Jateng ataupun Jatim ditampilkan semuanya. Sayangnya dalam Kompas ePaper untuk memzoom satu halaman dibutuhkan waktu sedikit lama jika dibanding dengna Tempo.

Rupanya ePaper ini tidak hanya milik koran nasional saja beberapa beberapa koran daerah sudah mulai membuka layanan ini seperti ePaper Bisnis Jakarta, Pontianak Pos, Balipost dan Banjarmasin pos. Rasanya saat ini dunia sudah bergerak ke arah digital segala informasi sudah bisa kita dapat dalam satu layar. Mungkin pada saatnya sudah ngga jamannya lagi harian atau majalah menjual versi cetak dengan harga mahal, karena toh para pesaing akan memanfaatkan internet untuk menampilkan informasi. Pertanyaannya kemudian adalah darimana Mass media ini mendapat pemasukan? Ngga ada pilihan lagi iklan akan menjadi pemasukan utama bagi mass media dimasa yang akan datang.

Bagi pembaca hal ini menjadi sangat menguntungkan, pastinya kita tidak perlu lagi merogoh kocek untuk membayar bacaan kita. Disisi lain menggunakan arus digital mengurangi penggunaan kertas sehingga penebangan pohon pun berkurang. Dan ini berakibat baik terhadap lingkungan dunia kita.  Save the earth!!!

2 thoughts on “Membaca koran digital

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s