“3 S + 2” (bagian 2)


Melanjutkan postingan kemaren 3S + 2 (bagian 1), kalau sebelumnya dibahas mengenai 3 S sekarang “+2” nya. Kalau kemaren 3 S itu Senyum, Salam dan Sopan nah yang dua ini lebih ke hati, yaitu Syukur dan Sabar. Yah dua kata itu yang kadang kita lupa diterapkan dihati kita. Bersyukur dan bersabar terkadang hanya dimulut saja, sedikit orang yang bisa benar-benar Bersyukur dan Bersabar sampai merasuk ke dalam hati.

Banyak orang belum menyadari betapa banyak dalam hidup ini yang patut kita syukuri, kita tidak mungkin lagi menghitung berapa banyak kata syukur jika kita tulis satu persatu. Rasanya jika dikumpulkan seluruh komputer di dunia ini (bahkan server), masih kurang kapasitasnya untuk merinci hal-hal yang patut kita syukuri. Jadi menurut saya hal pertama yang patut kita lakukan pada saat bangun pagi adalah bersyukur, karena saat kita bersyukur :

  1. Kita merasa sangat beruntung telah dilahirkan sebagai manusia
  2. Kita merasa tenang menghadapi persoalan, karena setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya
  3. Kita merasa cukup dengan apa yang kita punya
  4. Kita menghadapi hari- hari ke depan dengan sigap dan tak pantang menyerah
  5. Dan yang utama bersyukur merupakan cara kita berterima kasih kepada Sang Khalik

Sabar merupakan kata kunci kedua dalam hidup ini. Kata sabar sering diartikan nerimo, pasrah, tak berdaya ataupun hal-hal yang bersifat pasif. Padahal jika kita telaah lebih jauh, sabar artinya lebih kurang sama dengan “Proaktif” kata yang dipopulerkan oleh Stephen R Covey dalam bukunya 7 Habits.  Sabar merupakan reaksi yang terpilih dari suat aksi yang menimpa kita. Orang yang sabar bisa memilih reaksi apa yang akan dilakukan jika diberi cobaan atau ujian. Berlawanan dengan orang sabar adalah orang yang reaktif, orang yang bereaksi langsung tanpa memilah apa reaksi apa yang patut dilakukan.

dari website Muslim disampaikan berbagai macam sabar :

Macam-Macam Sabar

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Sabar itu terbagi menjadi tiga macam:

  1. Bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah
  2. Bersabar untuk tidak melakukan hal-hal yang diharamkan Allah
  3. Bersabar dalam menghadapi takdir-takdir Allah yang dialaminya, berupa berbagai hal yang menyakitkan dan gangguan yang timbul di luar kekuasaan manusia ataupun yang berasal dari orang lain (Syarh Tsalatsatul Ushul, hal. 24)

Mudah-mudahan bermanfaat, amin…….

Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s