“3 S + 2” (bagian 1)


Minggu lalu dapet giliran pengarahan untuk para Driver, awalnya saya ngga tau mau bahas apa. Memang ada topik khusus dari supervisor masing-masing, namun semua itu hal teknis yang akan dibicarakan. Sehari sebelum pelaksanaan akhirnya dapet ide juga, mengingat audience adalah para Driver yang notabene berpikiran praktis dan simple, saya juga akan menyampaikan hal-hal yang simpel dan praktis saja.

Materi presentasi saya terbagi 2, pertama perkenalan mengenai perusahaan dan yang kedua mengenai “3S+2″. Saya tahu bahwa jargon 3 S sudah banyak dipakai di banyak perusahaan, terutama yang perusahaan yang berkaitan dengan pelayanan atau jasa. Jargon 3 S biasanya diakronimkan dari Senyum, Salam dan Sapa. Namun jargon ini saya rubah sedikit mengingat ada kesamaan antara Salam dan Sapa. Apakah diperlukan lagi Menyapa seseorang jika kita sudah memberika Salam seperti “Selamat Pagi Pak!” ? Rasanya ko sudah cukup dengan Salam tadi saja (ini menurut saya). Untuk itu saya sedikit rubah akronimnya menjadi Senyum, Salam dan Sopan.

Senyum, adalah sodaqah termurah dan termudah bagi setiap orang. Dari Blog Teman Baru ada banyak sekali manfaat senyum, antara lain :

  1. Senyum membuat wajah lebih menarik
  2. Senyum dapat mengubah perasaan menjadi lebih baik
  3. Senyum dapat menular kepada orang lain
  4. Senyum menghilangkan stress
  5. Senyum meningkatkan imunitas
  6. Senyum membuat awet muda

Itulah sebagian manfaat senyum.

“S” kedua adalah Salam dalam Islam, memberikan salam artinya mendoakan kepada orang yang diberikan salam agar selamat dunia dan akhirat. Merupakan sunah hukumnya memberikan salam kepada orang yang kita jumpai, dan wajib menjawab bagi orang yang diberikan salam. Disamping itu:

  1. Salam menunjukan keramahan kita kepada setiap orang yang kita jumpai
  2. Salam meningkatkan keakraban
  3. Salam membuka pembicaraan menjadi lebih hangat
  4. Salam meningkatkan tali pesaudaraan

“S” yang ketiga adalah sopan, memiliki prilaku sopan dan santun adalah ciri khas dari bangsa ini. Namun entah kenapa belakangan ini sikap sopan ini mulai berkurang pada masyarakat kita. Banyak sekali kejadian belakangan ini yang tidak mencerminkan sikap sopan, pelajar tawuran, anggota DPR baku hantam dan banyak contoh lainnya. Bertingkah laku sopan akan bermanfaat :

  1. Menunjukan rasa hormat pada orang yang kita jumpai
  2. Sebaliknya kita pun akan dihormati oleh orang lain
  3. Menghindari konflik

Itulah 3S versi saya yang coba disampaikan ke para driver, lantas apa + 2 nya ? Nah bagian ini nanti akan dibahas di post selanjutnya.

Salam

One thought on ““3 S + 2” (bagian 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s