Book Review : Ketika Cinta Bertasbih (Buku 1)


Saya sebenernya bukan kutu buku sejati. Waktu kecil dulu saya terbilang malas membaca, yang paling sering saya baca cuma komik itupun ngga terlalu banyak. Baru di masa-masa kuliahlah saya mulai menyenangi membaca. Kegemaran saya membaca agak sedikit “dipaksa” oleh saya sendiri, karena melihat teman – teman kuliah yang tergolong cerdas ternyata rata-rata doyan membaca.

Jenis bacaan yang suka saya baca biasanya jenis bacaan yang bersifat keilmuan ringan (ekonomi, manajemen, Business dan lainnya) bukan jenis Novel. Ini sedikit aneh karena para kutu buku lainnya umumnya mulai senang membaca berangkat dari novel atau non fiksi. Justru ketertarikan saya pada novel baru dimulai belum lama ini. Salah satu novel yang saya baca belum lama ini adalah novelnya Kang Abik yang kesohor itu “Ketika Cinta Bertasbih (Buku1)”.

Novel yang penulisnya juga mengarang novel “Ayat-ayat Cinta” ini bergenre sama dengan AAC. Tokoh, situasi kondisi serta atmosfer yang ditampilkan dalam novel ini ngga jauh beda sama novel AAC yang sudah difilmkan itu. Cerita seputar pada kehidupan mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Universitas Al Azhar, Mesir. Tokoh utama dalam novel tersebut Azzam, seorang mahasiswa Indonesia memiliki latar belakang keluarga yang sederhana dan dia harus bekerja sambil kuliah demi menghidupi Ibu dan adik-adiknya di Indonesia. Selain itu ada Furqan, teman karib Azzam, anak orang kaya, cerdas dan sedang menyelesaikan S2nya. Tokoh wanitanya ada Eliana, si anak Dubes yang cantik dan lulusan universitas di Paris.

Azzam sebagai tokoh sentral dalam novel tersebut digambarkan sebagai seorang pintar sekaligus idealis, namun karena kondisi dia harus berkutat kuliah selama 9 tahun lamanya hanya untuk menyelesaikan gelar sarjananya. Dia harus berbisnis tempe dan bakso demi membiayai kuliahnya sehingga kuliahnya terbengkalai. Azzam memiliki idealisme yang kuat terhadap agama, dia sangat menjaga sekali syariat agama. Selain itu Azzam merupakan pekerja keras, dia sangat percaya bahwa kesuksesan buah dari kerja keras.

Cerita berawal dari Pantai di Mesir Alexandria, dimana Azzam bekerja untuk Eliana puteri Duta Besar Indonesia di Mesir, pintar, cerdas, kaya dan tentu saja cantik, dari situ konflik bermula. Hampir diseluruh buku konflik yang disampaikan oleh penulis adalah masalah cinta antara pria dan wanita, dan tentu saja hal tersebut dibalut dengan kaidah-kaidah agama. Novel ini memang sedikit menentang arus kepopuleran novel-novel yang lain, yang bertemakan cinta denga segala nafsu dan hasrat manusia, malah terkadang novel-novel yang ada menyajikan penyakit-penyakit sosial yang cukup parah. Novel ini menampilkan bagaimana mengelola hati yang dipenuhi “cinta”, Dalam novel ini Kang Abik ingin menyampaikan apa sebenarnya hakikat cinta itu. Disamping itu dengan membaca novel ini, pembaca dapat lebih akrab dengan idiom-idiom atau istilah dalam dunia islam.

Membaca novel ini kita seakan terbawa dalam dunia lain, yang selama ini dunia kita sering dipenuhi dengan hal-hal yang kurang bermoral dan sekuler, dalam novel ini kita akan dibawa bahwa dunia yang lurus masih ada dan beginilah cara hidup yang benar. Salut untuk Kang Abik yang dengan berani menampilkan cerita-cerita tidak biasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s