iTempo


Buat saya hari jumat merupakan hari yang ditunggu-tunggu, selain karena merupakan hari terakhir kerja, di setiap hari jumat koran Tempo menampilkan suplemen khusus iTempo. Saya memang pelanggan setia Harian Tempo, sudah beberapa tahun saya berlangganan. Pernah suatu saat saya tergoda untuk berlangganan harian Sindo karena lebih murah, harian tersebut juga terbit dua hari sekali (alias pagi sore), ternyata saya ngga bisa ke lain hati, bagi saya koran tempo merupakan bacaan yang pas buat saya.

Setiap hari jumat tersebut saya menanti suplemen iTempo yang membahas berbagai artikel dan berita-berita mengenai dunia IT. Bukan karena saya pakar IT atau celeb IT (mas Roy kalee…), namun lebih karena ketertarikan saya saja membaca berita – berita IT. Berbagai macam berita mengenai IT, berbagai gadget, hardware, internet, maupun mengenai ponsel merupakan sajian dari suplemen tersebut. Terdapat juga 2 kolom yang ditulis oleh wartawan senior Tempo Burhan Sholihin dan Wicaksono (bisa anda baca juga di blog tempo).

iTempo pekan ini menampilkan liputan utama mengenai Jaringan Internet Listrik. Kalau biasanya kita mendapatkan akses internet dari kabel telepon, kabel tv, Jaringan telepon seluler dan Wifi, sekarang kita memiliki alternatif mendapatkan akses internet dari kabel listrik. Apa ngga kesetrum kalau kita maen internet ? Dari pengalaman uji coba dari beberapa rumah di komplek PLN, ternyata tidak ada keluhan bahwa pengguna tersengat listrik baik dengan tegangan tinggi maupun rendah. Intinya sudah save. Hanya saja keluhannya sama saja dengan keluhan terhadap provider internet lainnya, lelet, down, dan pernah mati sama sekali akses internetnya.

Terobosan baru telah dilakukan oleh perusahaan Malaysia dan NU, mereka bekerjasama untuk mengadakan jaringan internet di masjid-masjid milik NU dengan biaya per bulan Rp. 20.000,- saja… (busyet internet termurah nih). Hanya saja kendala pengembangan internet listrik ini adalah pada modemnya yang cukup mahal, modem ini harus diimpor dari jerman, kalau ngga salah harganya sekitar 4 juta rupiah.

Ternyata internet ngga lewat kabel telepon aja yah… mudah-mudahan jaringan internet kabel listrik bisa segera dikomersialisasikan sehingga kita mendapatkan alternatif lebih banyak untuk mendapatkan akses internet. Bukannya semakin banyak alternatif maka persaingan semakin baik dan tidak ada lagi yang secara monopoli suka-suka memberlakukan harga akses internet walaupun akses yang diberikan lelet bukan main. Mudah-mudahan alternatif jaringan bisa didapat dari berbagai cara, dan kedepan akses internet akan seperti jaringan telepon yang sudah ada dimana-dimana dengan murah (ini yang penting).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s