Quantum Ikhlas VS The Secret


Kalau kita berkunjung di toko buku – toko buku besar seperti Gramedia / Gunung Agung bisa kita lihat best seller untuk buku2 disana didominasi dengan buku Harry Potter terbaru. Harry Potter memang suatu fenoma di industri buku, tapi bukan itu yang ingin saya sampaikan disini, yang ingin saya tulis disini adalah buku Quantum Ikhlas dan The Secret. Kedua buku ini berdampingan dengan buku Hary potter menjadi best seller di toko buku- toko buku.
Membandingkan 2 judul buku memang agak sulit mengingat setiap buku mempunyai kandungan, maksud dan tujuan yang berbeda-beda, tapi untuk 2 buku ini saya rasa maksud dan tujuannya hampir sama, yaitu menyampaikan suatu hal mengenai Hukum Ketertarikan Alam (“Law Of attraction”). Apa sih hukum ketertarikan alam ini? atau law of attraction ? Jika disimpulkan dari kedua buku ini yang dimaksud adalah suatu kekuatan yang saling tarik menarik terhadap keinginan atau apa yang dibayangkan seseorang. Jadi jika anda membayangkan sesuatu benda yang anda inginkan, sebuah rumah misalnya dan anda yakin bisa mendapatkannya, maka pada suatu waktu anda akan mendapatkan rumah tersebut.

Namun tidak semudah itu, ada beberapa langkah yang harus diikuti oleh seseorang jika menginginkan sesuatu, nah disini letak bedanya antara kedua buku. Jika QI (Quantum Ikhlas) menggunakan pendekatan Agama Islam dengan melakukan proses ikhlas, pasrah, sabar, nerimo (apapun istilahnya), sedangkan TS (The Secret) menggunakan pendekatan lintas agama, walaupun tetap pada konteks hati atau perasaan.

Buku QI sendiri dilengkapi satu buah cd yang disebut Digital Player”, cd ini gunanya untuk membantu pembaca mencapai gelombang Alpha, dimana pada gelombang alpha ini manusia lebih mudah merasakan ikhlas dan melakukan afirmasi diri pada alam bawah sadarnya. Kalau kita dengar cd tersebut maka yang terdengar adalah suara gemercik air dan suasana seperti di hutan atau kebun. Kalau kita ingat cerita – cerita jaman kerajaan dahulu dimana banyak pendekar /guru bertapa untuk memperoleh kedigdayaan maupun kearifan, rasanya hal ini mulai nyambung.

Disisi lain TS juga secara terpisah dilengkapi dengan dvd mengenai The Secret (yang bajakan dah banyak), tidak seperti QI isi dari fim TS itu sendiri kurang lebih sama dengan bukunya atau bisa disebut rangkuman dari isi buku TS. Dalam filmnya ditampilkan bagaimanaRhonda Byrne, sang penulis pernah terupuruk dan pelan-pelan dia bangkit setelah mendapatkan buku dari sang anak. Kemudian ia mengumpulkan bahan-bahan mengenai TS, semakin lama semakin ia mendapatkan (tercerahkan) bagaimana pikiran manusia dapat menentukan nasib seseorang.

Kalau kita melihat cara penyampaiannya QI mengupas secara ilmiah pendekatan yang dipakai. Dijelaskan bagaimana fisika quantum bekerja, adalah ilmu yang mempelajari energi yang tidak kasat mata manusia (energi yang lebih kecil dari atom). Beberapa hal yang cukup teknis juga disampaikan misalkan mengenai frekwensi otak kita yang terbagi 4, dan beberapa hal teknis lainnya. Namun dari pendekatan yang cukup ilmiah, QI juga memasukan pendekatan agama islam, beberapa bagian menyadur isi Alquran dan Hadist. Dari semuanya itu QI mengantarkan kita menjadi sesorang yang dapat berserah diri kepada Yang Maha Kuasa dan apa yang kita inginkan akan datang sejalan dengan tercapainya keikhlasan kita kepada Allah SWT.

Disisi lain TS melakukan pendekatan lebih banyak menggunakan contoh – contoh dan para guru atau pakar dari berbagai bidang yang sebelumnya telah menemukan dan mempraktekan LOA, Philosopher, Entrepreuner, Artist, Medical Doctor dan banyak lagi.

Kalau saya simpulkan kedua buku memiliki kelebihannya masing-masing, QI lebih menjelaskan secara teknis dan Islami sedangkan TS lebih banyak menggunakan contoh dan pakar. Kesimpulannya kedua buku sama bagus, namun bagi kaum muslimin disarankan lebih memilih QI sebagai acuan.

One thought on “Quantum Ikhlas VS The Secret

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s