7 Wisata di Cirebon dan Sekitarnya

Keraton KasepuhanBanyaknya hari libur Nasional yang jatuh pada hari jumat atau senin membuat waktu libur semakin panjang di akhir minggu (weekend). Dampaknya orang akan mencari tempat untuk menikmati liburan tsb. Mau ke Mall Bosen, Mau cafe juga udah terlalu sering, Nonton Film pun ga minat filmnya, lantas kemana lagi? Pilihannya bisa ke luar kota.

Orang yang tinggal di Jakarta dst, pastinya akan mencari lokasi yang tidak terlalu jauh. Banyak tempat sebetulnya yang bisa dikunjungi dari Jakarta, namun orang jakarta ini punya tren tempat wisata. Sekitar tahun 80 sd 90 an, orang jakarta lebih banyak berkutat di daerah Jakarta maupun di pinggiran Jakarta seperti Ancol, Bogor, Puncak. Masuk ke tahun 2000 an seiring adanya tol Jakarta Bandung, tren Orang jakarta berpindah ke arah Bandung, sampai dengan saat ini pun kalau kita ke Bandung di akhir pekan, maka pemandangan mobil dengan plat B sangatlah banyak.

Tempat – tempat wisata tsb. sampai dengan saat ini masih dipadati warga Jakarta utamanya di akhir pekan. Sebagian besar memang warga Jakarta masih pergi ke Bandung karena mudahnya akses ke kota tersebut. Namun bagi yang sudah mulai jenuh dengan kota Bandung ada alternatif tempat wisata ke arah Timur Jakarta.

Kota Cirebon, ya kota yang dijuluki kota udang ini mulai dilirik sebagai tempat wisata bagi sebagian warga Jakarta yang ingin berwisata di tempat – tempat baru. Lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Ibukota dan akses yang cukup memadai menjadi alasan warga Ibukota untuk mengalihkan tujuan wisatanya ke Cirebon.  Apalagi jika Jalan tol Cikapali yang rencananya sudah dapat digunakan pada Bulan Ramadhan ini.

Jika beberapa waktu lalu saya sudah pernah menulis tentang Kuliner di Cirebon, namun tahukah anda tempat – tempat wisata di Cirebon yang layak dikunjungi

Keraton Kasepuhan & Kanoman Lanjutkan membaca 7 Wisata di Cirebon dan Sekitarnya

Website Konsultan Pajak

Konsultan Pajak 5Dirjen Pajak baru baru ini secara resmi melalui websitenya telah menyampaikan Realisasi Penerimaan Pajak mencapai Rp 198,226 triliun atau hanya 15,32%  dibandingkan APBN-P 2015 sebesar Rp 1.294,258 triliun. Ini artinya selama kuartal pertama pendapatan pajak masih kurang 10 % dari target yang ditetapkan APBN-P. Melihat kondisi ini pastinya DJP sebagai pelaksana penerimaan negara akan semakin menggenjot Penerimaan dari Pajak ini.

Tentunya dengan target yang sedemikian tinggi, Dirjen Pajak harus bekerja keras untuk memenuhi target tersebut. Hal ini pasti berdampak para Wajib Pajak, dimana para Pegawai Pajak akan memutar otak dan menyiapkan strategi yang jitu untuk meningkatkan jumlah setoran pajak

Bagi para Wajib Pajak hal ini harus disikapi dengan bijak, pelaksanaan usaha harus sesuai dengan ketentuan – ketentuan yang berkaitan dengan Perpajakan. Jika hal ini tidak diperhatikan kita berusaha (berbisnis) adalah untuk mencari untung eh malah buntung. Banyak kasus seperti ini terjadi karena kurangnya pengetahuan mengenai perpajakan.

Lanjutkan membaca Website Konsultan Pajak

Akhirnya Saldo Tabungan Haji itu Cukup

عَنْ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِىَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ – رضى الله عنه – عَلَى الْمِنْبَرِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ « إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ »
Dari ‘Alqamah bin Waqqash Al-Laitsi bahwa ia berkata, “Aku mendengar Umar bin Khattab RA berkata di atas mimbar, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Semua amal perbuatan tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena dunia yang ia cari atau wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya untuk apa yang ia tuju”

Niat dan doa
Niat dan doa

Bagi kaum muslim belum sempurna rasanya jika belum menjalankan rukun Islam yang kelima, hampir semua kaum muslim pasti berkeinginan untuk menunaikan ibadah yang hanya bisa dilakukan setahun sekali ini. Sayangnya tidak semua umat muslim yang punya kesempatan untuk dapat segera menunaikan Ibadah Haji, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, selain juga karena minimnya kuota haji. Salah satu persyaratan menunaikan ibadah Haji adalah “Mampu”.

Tidak semua umat muslim dinyatakan “Mampu”, mengingat Ongkos Naik Haji (ONH) nyatanya tidak murah, paling tidak untuk mendapatkan no kuota Haji kita harus menyiapkan dana sebesar Rp. 25 Juta per orang. Itu pun kita masih harus mengantri cukup lama dalam menunggu waktu keberangkatan.

Rp. 25 juta bagi kebanyakan Muslim di Indonesia tidaklah sedikit, apalagi untuk naik Haji ini kita biasanya berangkat sepasang Suami Istri. Jadi paling tidak kita harus menyiapkan uang sebesar Rp. 50 Juta.

Lanjutkan membaca Akhirnya Saldo Tabungan Haji itu Cukup

Mengisi Form SPT Pajak 1770 SS

zakat-penghasilanSeperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya mengenai Form SPT Pajak dan jenisnya pada tulisannya di blog ini, selanjutnya saya coba terangkan bagaimana cara mengisi form SPT Pajak 1770 SS.

SPT Pajak 1770 SS adalah bentuk SPT yang paling sederhana, peruntukannya adalah bagi orang pribadi yang sumber penghasilannya satu pemberi kerja (karyawan) dan jumlah penghasilan brutonya tidak melebihi Rp60.000.000 (enam puluh juta rupiah) setahun serta tidak terdapat penghasilan lainnya kecuali penghasilan dari bunga bank dan bunga koperasi.

Artinya setiap warga negara yang telah memiliki NPWP dan memiliki penghasilan dibawah 60 juta setidaknya harus mengisi form ini. Kebanyakan kelompok ini adalah para karyawan baik PNS maupun Pegawai Swasta

Yang disiapkan untuk mengisi SPT ini :

1. NPWP

2. Form  1721 A-1 dan Form 1721 A-2

3. Form Bukti Potong Pph Final

4. Daftar Harta Kekayaan

Untuk mendpatkan form bisa di donlot disini Formulir SPT 1770 SS

Langkah pertama adalah isi semua data pribadi dan tahun pajak di bagia atas form. Selanjutnya kita isi Kotak bagian A. Siapkan form 1721 A 1 (bagi kary swasta) atau form 1721 A2 (bagi PNS, TNI atau Polri)

Lanjutkan membaca Mengisi Form SPT Pajak 1770 SS

Bulan Maret waktunya Lapor SPT Tahunan Orang Pribadi (OP)

sptKita sebagai warga negara Indonesia yang baik pastinya harus taat kepada ketentuan yang berlaku di Negara Ini. Salah satu perwujudan ketaatan adalah dengan melakukan pelaporan Pajak baik itu untuk Orang Pribadi (OP) Maupun Badan usaha. Dari dua jenis Wajib Pajak (WP) ini ada dua tenggat waktu yang harus ditaati, untuk OP paling lambat 31 Maret 2015 untuk Badan Usaha 30 April 2015.

Apa sih yang harus dilaporkan ? Pada prinsipnya yang harus dilaporkan adalah seluruh penghasilan / pendapatan yang telah diterima ditahun sebelumnya. Kenapa harus dilaporkan ? karena Negara menentukan Pajak atas penghasilan yang diperoleh dari  WP. Jadi setiap penghasilan yang kita terima itu mengandung hutang pajak kepada negara. Adapun besarannya adalah tergantung ketentuan yang berlaku. Lantas gimana cara Lapornya ? Nah kalau gitu saya ingin jelaskan cara melaporkannya

Ada 3 jenis form pelaporan Pajak SPT 1770, 1770 S dan 1770 SS, masing masing form ada peruntukannya.

1. SPT Tahunan PPh WP OP 1770
Digunakan bagi orang pribadi yang sumber penghasilannya antara lain dari usaha dan/atau pekerjaan bebas, seperti dokter yang melakukan praktek, pengacara, pedagang, pengusaha, konsultan dan lain-lain  yang pekerjaannya tidak terikat, termasuk PNS/TNI/POLRI yang memiliki kegiatan usaha lainnya.
2. SPT Tahunan PPh WP OP 1770S
Digunakan bagi orang pribadi yang sumber penghasilannya diperoleh dari satu atau lebih pemberi kerja dan memiliki penghasilan lainnya yang bukan dari kegiatan usaha dan/ atau pekerjaan bebas.
Contohnya karyawan, PNS, TNI, POLRI, Pejabat Negara, yang memiliki penghasilan lainnya antara lain sewa rumah, honor pembicara/pengajar/pelatih dan sebagainya.
3. SPT Tahunan PPh WP OP 1770SS
Digunakan bagi orang pribadi yang sumber penghasilannya dari satu pemberi kerja (sebagai karyawan) dan jumlah penghasilan brutonya tidak melebihi Rp60.000.000 (enam puluh juta rupiah) setahun serta tidak terdapat penghasilan lainnya kecuali penghasilan dari bunga bank dan bunga koperasi. Pada Tahun pajak 2014 yang akan dilaporkan paling lambat 31 Maret 2015.
Nah Jelaskan, jadi identifikasikan jenis penghasilan anda. Jika anda Karyawan yang penghasilannya tidak melebihi 60 juta rupiah setahun dan tidak ada penghasilan lainnya selain dari bunga bank, langsung saja isi SPT 1770SS,  Namun jika Anda Karyawan yang berpenghasilan lebih dari 60 juta setahun dan atau memiliki penghasilan dari sumber lain yang bukan kegiatan usaha (misal menyewakan rumah, Pengajar, dll) maka isilah form 1770 S. Namun jika anda merupakan Pengusaha ataupun karyawan yang memiliki usaha, maka isilah form 1770.
Lebih lanjut mengenai tata cara pengisian masing masing form akan dijelaskan pada posting berikutnya

Kenapa Saya Pilih Prabowo Hatta

GarudaSuatu ketika saya ditanya : “Boss,  Pilpres Mau dukung No. 1 atau No. 2 ?”

Saya jawab : “Terus terang saya tidak suka dua duanya, buat saya Prabowo – Hatta dan Jokowi – JK bukanlah pilihan yang terbaik dari ratusan juta rakyat Indonesia. Kedua pasangan ini muncul akibat adanya sistem demokrasi yang digadang-gadang merupakan sistem terbaik dalam Politik, namun kenyataan sistem demokrasi hanyalah propaganda Barat (khususnya Amerika Serikat) yang ingin menjejalkan kepentingan dari kelompok negaranya.”

“Dengan diadopsinya sistem demokrasi liberal seperti saat ini, Indonesia sudah demikian terjebak dalam kungkungan tirani Amerika, yang hanya mementingkan Ideologi mereka dan menindas Ideologi yang bertentangan dengannya. Buat Negara Amerika Tuhan mereka adalah Demokrasi ,  Agama  mereka adalah Capitalism, dan kitab mereka adalah Liberalisme. Lalu apakah kita mau mengikuti paham ideologi mereka? ”

“Coba bayangkan berapa banyak anggaran yang terbuang hanya demi mengagung-agungkan sistem demokrasi yang belum tentu baik ini. Berapa banyak pejabat yang akhirnya korup hanya untuk menutupi biaya kampanye yang super duper mahal. Apakah ini cerminan sistem politik yang terbaik, yang hanya menghasilkan pejabat – pejabat yang korup.”

“Ditanya dukungan ko jadi panjang lebar  boss ?”

“Hahahaha… iya itu sebagai latar belakang saja”

“Waduh Latar belakang aja sampai sebegitu jauh ya”

Lanjutkan membaca Kenapa Saya Pilih Prabowo Hatta

Cara Perhitungan Pph Pasal 21 Terbaru Untuk Pegawai Tetap dan Pensiunan

Oleh Moh. Makhfal Nasirudin, Pegawai Direktorat Jenderal PajakTaxes

Seperti yang telah kita ketahui, mulai bulan Januari 2013, Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) telah berubah. Sekarang untuk Wajib Pajak yang berstatus tidak kawin dan tidak mempunyai tanggungan jumlah PTKP-nya sebesar Rp 24.300.000,00 atau setara dengan Rp 2.025.000,00 per bulan. Dengan adanya perubahan itu, tatacara penghitungan PPh Pasal 21 juga mengalami perubahan. Perubahan itu diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per-31/PJ/2012 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pajak Penghasilan Pasal 26 Sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, dan Kegiatan Orang Pribadi.

Dalam aturan baru tersebut, yang berkewajiban melakukan Pemotongan PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 adalah pemberi kerja, bendahara atau pemegang kas pemerintah, yang membayarkan gaji, upah dan sejenisnya dalam bentuk apapun sepanjang berkaitan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan; dana pensiun, badan penyelenggara jaminan sosial tenaga kerja, dan badan-badan lain yang membayar uang pensiun secara berkala dan tunjangan hari tua atau jaminan hari tua; orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas serta badan yang membayar honorarium, komisi atau pembayaran lain dengan kondisi tertentu dan penyelenggara kegiatan, termasuk badan pemerintah, organisasi yang bersifat nasional dan internasional, perkumpulan, orang pribadi serta lembaga lainnya yang menyelenggarakan kegiatan, yang membayar honorarium, hadiah, atau penghargaan dalam bentuk apapun kepada Wajib Pajak orang pribadi berkenaan dengan suatu kegiatan.

Lanjutkan membaca Cara Perhitungan Pph Pasal 21 Terbaru Untuk Pegawai Tetap dan Pensiunan

Pajak Bumi dan Bangunan

Gambar

Pengertian

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah Pajak Negara yang dikenakan terhadap bumi dan atau bangunan berdasarkan Undang-undang nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang nomor 12 Tahun 1994.

PBB adalah pajak yang bersifat kebendaan dalam arti besarnya pajak terutang ditentukan oleh keadaan objek yaitu bumi/tanah dan atau bangunan. Keadaan subjek (siapa yang membayar) tidak ikut menentukan besarnya pajak.

Objek PBB

Objek PBB adalah “Bumi dan atau Bangunan”:

  1. Bumi: Permukaan bumi (tanah dan perairan) dan tubuh bumi yang ada di pedalaman serta laut wilayah Indonesia. Contoh: sawah, ladang, kebun, tanah, pekarangan, tambang.
  2. Bangunan: Konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan atau perairan. Contoh: rumah tempat tinggal, bangunan tempat usaha, gedung bertingkat, pusat perbelanjaan, emplasemen, pagar mewah, dermaga, taman mewah, fasilitas lain yang memberi manfaat, jalan tol, kolam renang, anjungan minyak lepas pantai.

Objek Pajak Yang Tidak Dikenakan PBB

Objek pajak yang tidak dikenakan PBB adalah objek yang :

  1. Digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum dibidang ibadah, sosial, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan nasional yang tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan, seperti mesjid, gereja, rumah sakit pemerintah, sekolah, panti asuhan, candi.
  2. Digunakan untuk kuburan, peninggalan purbakala atau yang sejenis dengan itu.
  3. Merupakan hutan lindung, suaka alam, hutan wisata, taman nasional, tanah penggembalaan yang dikuasai oleh desa, dan tanah negara yang belum dibebani suatu hak.
  4. Digunakan oleh perwakilan diplomatik berdasarkan asas perlakuan timbal balik.
  5. Digunakan oleh badan dan perwakilan organisasi internasional yang ditentukan oleh Menteri Keuangan.

Subjek Pajak dan Wajib Pajak
Subjek Pajak adalah orang pribadi atau badan yang secara nyata: Lanjutkan membaca Pajak Bumi dan Bangunan

5 Kelompok Traveller

Jika kita dalam perjalanan ke luar kota, sering kita melihat para traveller yang melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya. Tempat yang dituju biasanya adalah tempat wisata. Terutama pada musim liburan seperti Libur Tahun Baru dan Libur Lebaran.

Kalau kita perhatikan ada beberapa kelompok traveller yang ada di Indonesia antara lain :

Family Traveller1. Family Traveller

Jenis traveller ini yang paling banyak ada di Indonesia. Umumnya traveller ini menggunakan kendaraan MPV ataupun SUV atau malah sebagian menyewa angkot untuk berbergian. Ada 2 jenis dari kategori ini, yaitu Family Traveller kecil yang  biasanya terdiri dari keluarga inti saja : Bapak, Ibu, anak. Jenis lainnya adalah Family Traveller Besar yang biasanya diisi dengan keluarga besar lengkap, selain keluarga inti tentu saja Kakek, Nenek, paman, bibi dst. Biasanya jenis terakhir menggunakan lebih dari 1 kendaraan.

Lanjutkan membaca 5 Kelompok Traveller

Jajanan Cirebon (2)

Mie Koclok

koclok2

Umumnya orang lebih mengenal Mie Koclok dari daerah Bandung, ternyata di Cirebon juga ada yang namanya Mie Koclok. Berbeda dengan mi Koclok Bandung yang berkuah encer, Mie Koclok Cirebon berkuah kental seperti Mie Medan. Rasanya tentu saja Gurih, mienya cukup tebal seperti mie nyemek Jogya ditambah irisan ayam dan potongan telur rebus, mantap …

Lokasi Penjual Mie Koclok sekarang ini sudah agak jarang, setahu saya yang masih menyediakan adalah di dekat Keraton Kasepuhan, disitu ada jejeran warung – warung yang menyediakan Mie Koclok Cirebon. Ada juga yang cukup terkenal di daerah Lawanggada. Lanjutkan membaca Jajanan Cirebon (2)